Quotes

Aesthetic and moral education are also closely connected with the training of the senses. By multiplying sense experiences an developing the ability to evaluate the smallest differences in various stimuli, ones sensibilities are refined and ones pleasures increased.

Maria Montessori
Bulletin
 
  • Buletin Edisi 1   (1)

    [Cuplikan] ...“Forum Wahana Kebangsaan inii didirikan untuk bagaimana supaya Kehendak Tuhan tentang masyarakat yang bisa hidup damai itu bisa terlaksana dengan cepat.” kata Irsa membuka pertemuan pada sore itu. Irsa pun meminta kepada pada hadirin apabila memiliki program yang berkaitan dengan misi dan visi dan Wahana Kebangsaan silakan disampaikan. [download .pdf]

  • Buletin Edisi 2   (1)
    Cuplikan] ...“Pertemuan ini seperti oasis bagi teman-teman di luar Eden.” Ungkap Widatama pada awal membuka acara. Teman-teman di luar Eden bagaikan para kafilah, pedagang yang selalu berkumpul di oase untuk bertemu baik untuk bertransaksi atau mencari harta karun. Teman-ternan Eden diibaratkan suku asli yang tinggal di sekitar oase dengan Bunda Lia Eden sebagai kepala suku yang telah menetapkan aturan hukum dan tradisinya. [download .pdf]
  • Buletin Edisi 3   (1)
    Cuplikan] ...“Saya suka memaknai spiritual dengan bahasa sederhana.” Ucap pengacara yang biasa disapa Mayong ini. Karena baginya, bila berbicara tentang spiritual sepertinya sesuatu yang sangat rumit dan mendalam.  [download .pdf]
  • Buletin Edisi 4   (1)
    Cuplikan] ...“Sementara saya sangat yakin bahwa ide-ide dasar para utusan apakah Muhammad, Yesus, tidak pernah berinisiatif mendirikan suatu agama,” ucap Guntur. Guntur berharap semoga tenjadi penyatuan di antara agama-agama yang ada sehingga yang terjadi adalah kedamaian yang tertebar dalam kebersamaan di antara kita.  [download .pdf]
  • Buletin Edisi 5   (1)
    [Cuplikan] ...“Tak ada yang terlahir ingin jahat. Pasti (menginginkan) damai, peace dan sebagainya.” Ucap Oscar. Hanya saja, hati yang murni tersebut kemudian terpengaruh dengan doktrin-doktrin dan pengajaran agama yang cenderung menjauhi perdamaian itu sendiri. [download .pdf]
  • Buletin Edisi 6   (1)
    [Cuplikan] ...Kesempatan berikutnya diberikan kepada Budi Monareh yang mengawali sharingnya dengan menyampaikan tentang adanya budaya Jawa yang selalu mengajak siapapun, kapanpun dan di manapun untuk selalu eling. “Eling lebih daripada sekedar ingat dengan otak, tapi eling itu dengan rasa, dengan kalbu dan jiwanya.” ucap Budi. Dan Budi setuju bahwa kondisi surgawi akan tercipta bila seseorang itu dapat eling di dalam kehidupannya, karena setiap masalah dan persoalan di dalam hidupnya akan dikembalikan kepada Tuhan.  [download .pdf]
  • Buletin Edisi 7   (1)
    [Cuplikan] ..."Secara regulasi, Pemerintah tidak pernah mengakui agama apa pun. Umat beragamalah yang merasa diakui sejak Pemerintahan Soekarno." Demikian Mubarik memulai penjelasannya. [download .pdf]